Jumat, 04 Juli 2014

Tips Memilih Presiden

Berangkat dari kekawatiran saya terhadap nasib bangsa kita 5 tahun mendatang, saya menilai bahwa bangsa ini perlu dipimpin oleh orang yang tepat, yang bisa dengan segera mengatasi permasalahan bangsa yang sudah "kadung kusut" ini. Memilih calon pemimpin itu sulit, banyak hal yang harus kita pertimbangkan, apalagi ini menyangkut masyarakat bangsa dan negara. Salah memilih bisa berujung pada ke bobrokan. Hidup di zaman media yang semakin carut marut ini, menambah kesulitan kita dalam mencari informasi yang benar, faktanya banyak media yang lepas dari "independensinya". Oleh sebab itu kita harus cerdas dan arif dalam memilih dan menerima suatu berita. Tulisan ini dibuat bukan maksud mendukung salah satu capres :), karena saya bukan pengamat politik yang pandai bicara tentang politik dengan berbagai sumber refrensinya. Pengetahuan saya tentang politik kurang, dan apa yang sampaikan pada saat ini murni berdasarkan pemikiran dan hati nurani yang saya rasakan. Jadi tulisan ini bukan untuk di perdebatkan, karana hanya sekedar opini pribadi yang mencoba bersikap objektif. Berikut adalah syarat-syarat untuk menjadi pemimpin menurut versi saya : 1. Pemimpin harus "takut" Akan Tuhan, Salah satu syarat utama menjadi pemimpin bangsa ini adalah memeluk suatu keyakinan (agama), karena hal ini sejalan dengan bunyi dari sila pertama Pancasila. Belum cukup sampai disitu, pemimpin yang baik harus bisa mencerminkan nilai nilai kebaikan yang diajarkan,dan terintegrasi dalam kehidupannya. Takut akan Tuhan berarti takut akan otoritas-Nya, "Vox populi, vox dei" "suara Tuhan merupakan suara rakyat", jadi pilihlah pemimpin yang takut terhadap otoritas rakyat, bukan otoritas pribadi (otoriter), serta pemimpin yang dapat menghayati nilai nilai agama dengan baik dan jujur. 2. Pemimpin harus memiliki track record yang baik. Rekam jejak calon pemimpin juga harus di jadikan pertimbangan utama, kenapa?, karena banyak calon pemimpin yang terlihat baik pada saat musim pemilihan, mereka berlomba lomba terlihat sempurna didepan masyarakat. Jangan tertipu,! lihat masalalunya, lihat apa yang telah di buat, lihat kehidupan pribadinya, karena rekam jejak dan kehidupan "pribadinya" bisa memberikan gambaran kepada kita karakter yang melekat pada calon yang akan kita pilih. Jadi pilihlah pemimpin yang selama ini dikenal baik,cinta keluarga, cinta damai anti kekerasan, bersih dari korupsi. 3. Pemimpin yang mau melayani bukan dilayani. Persoalan serius dalam memilih pemimpin dewasa ini, bahwa kita sedang kehilangan leder dan leadership. dunia sedang dipenuhi manusia ambisius, yg rela melakukan apa saja, demi memenuhi ambisi ambisinya. Jadi inti persoalannya, dunia bukan kurang orang pintar, dunia sedang kurang orang tulus yang berkualitas. Lalu bagaimana kita dapat mencirikan pemimpin yang mau melayani : pemimpin yang mau melayani tidak menekankan pada hak namun kewajibannya. tdk fokus pada target namun pada kualitas kerjanya, tdk menekankan pada "apa yang saya mau" namun pada "apa yang bisa saya berikan". 4. Pemimpin yang mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi. Carilah pemimpin yang selalu ingin tau apa yang menjadi kebutuhan rakyat sebenarnya, melihat mendengar dan merasakan apa yang di rasakan rakyatnya. Rakyat yang dimaksud adalah seluruh rakyat Indonesia, tidak terkecuali. Persoalannya kita kekuarangan pemimpin yang memperhatikan kaum minoritas, pemimpin yang bisa yang meragkul seluruh aspek kehidupan berbangsa sampai pada kaum terkecil. Jadi pilihlah pemimpin yang menegakkan tolerasi, memperhatikan kaum minoritas (bukan menyingkirkannya,). 5. Pemimpin yang bisa memberikan solusi. Pemimpin tentunya harus seorang pemecah masalah (problem solver) dan bukannnya membuat keputusan yang menimbulkan masalah baru yang tak dapat ditangani. Seorang problem solver memiliki reputasi yang baik dan tidak hanya berlandaskan teori-teori saja dalam mengambil keputusan tanpa melihat kendalanya di lapangan, pemimpin yang mau terjun langsung ke pusat masalah untuk mengambil solusi dan bukan hanya mendengar "katanya.....katanya". Demikian pandangan saya seperti apa seharusnya pemimpin itu. semoga tulisan ini membantu anda menentukan pilihan nanti. Namun jika artikel ini membuat anda makin bingung dalam memilih, coba anda pejamkan mata, lalu dengarkan suara hati anda. Jadi, pilih secara cerdas berdasarkan nurani yang diterangi oleh kasih. Semoga yang terpilih nanti adalah para pemimpin yang benar-benar memperhatikan rakyat dan berjuang untuk keutuhan Indonesia demi terwujudnya keadilan, kebaikan, dan kesejahteraan bersama. Berkah Dalem -Dimas, 2014-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar