Senin, 25 Agustus 2014
Bertanya ke OMK "bro kenapa seh kok berdoa harus pake patung2an, itu bukannya berhala??"
Minggu kemarin gw iseng nanya ke beberapa teman OMK (orang muda katolik),
"bro kenapa seh kita sering berdoa ke Maria dan orang kudus? kenapa gak langsung ke Tuhan??"
"bro kenapa seh kok berdoa harus pake patung2an, itu bukannya berhala??"
"cuy kenapa seh klo ngaku dosa sama romo, kenapa gak langsung aja ke Tuhan??"
mereka menjawab..
"karena maria itu ibunya Tuhan, klo minta ke ibunya pasti anaknya setuju"
"bukan nyembah patung tapi itu hanya perantara atau media"
"bisa juga langsung, klo keromo itu biasanya pas paskah aja"
lalu gw lanjutkan dengan pertanyaan "dasarnya dari mana?"
(mulai berfikir)
trus 'mereka' jawab "dasarnya dari alkitab lah...."
(gw lanjut)
oooooh, kita hanya bersumber dr alkitab aja ni ?
(dengan PD menjawab)
"iya lah emang ada sumber lain,"
(percakapan gw tutup dengan kalimat)
"ooohhhh.....oke, thks ya bro...." (kemudian pergi berlalu sambil elus dada........entah dada siapa :p)
*hampir 80% teman2 katolik yang gw tanya, mereka belum mengenal dasar iman katolik
Oke....Apa yang mendasari gw untuk bertanya seperti ini, bukannya gw sok tau sok jago atau sok sok sebangsanya.. awalnya gw juga cuek sama hal hal seperti ini,, sampe pada saat beberapa orang yang gw kenal akhirnya harus melepasakan keyakinannya dan memeluk keyakinan lain hanya karena..ya menurut gw ini hal sepele......
*sambil benerin jambul hihihihi
tapi beneran deh... itu bikin gw miris dan sedih ngeliatnya....
oke lanjut,...NAH...berangkat dari kekawatiran inilah gw mulai ber-refleksi ke diri gw sendiri,,,"apakah iman gw udah cukup kuat untuk menghadapi permasalah2 hidup, atau sekedar menjawab pertanyaan2nya dogmatis yang bisa menggoyahkan iman??"apalagi gw hidup dijaman dimana orang2 lebih suka berfikir pragmatis dan mengagung-agungkan sekulerisme..jaman dimana pluralitas dimaknai sebagai keseragaman......
(pake bahasa keren,, biar disangka pinter bhahahaha)
anyway, dari pertanyaan dan jawaban inilah gw melihat bahwa, masih banyak teman2 OMK yang belum mengenal dasar iman mereka, jawaban-jawaban mereka masih merupakan pantulan dari pendapat umum, mungkin mereka meyakini bahwa mengetahui hal2 ini tidaklah perlu atau kurang perlu dalam mempertahankan iman mereka. Mungkin benar namun hal tersebut akan menjadi sulit ketika mereka menghadapi dokterinisasi yang mereka tidak sadari.
Pengaruh2 budaya liberal, aliran2 new age, dan postmodern begitu halus memasuki cara berfikir mereka. Pemikiran ini masuk melalui sendi sendi kehidupan mereka seperti melalui musik, budaya, film bahkan dr orang2 yang mereka idolakan.
Tidak hanya sampai disitu, mereka pun akan mengalami kesulitan ketika menghadapi pertanyaan2 kritis yang radikal yang mungkin saja di ajkuan oleh orng2 yang memanfaatkan ketidaktauan mereka untuk kepentingan penyebaran agama dan merubuhkan benteng iman.
Tanpa mereka sadari banyak pemikiran dan tindakan mereka yang akhirnya bertentangan dengan ajaran2 gereja dewasa ini.
Untuk menghadapi tantangan jaman seperti ini seharusnya OMK harus lebih kritis dalam menyikapi iman mereka. Tidak cukup hanya berkumpul dengan sodara seiman dalam pelayanan, OMK juga harus bisa mempertanggung jawabkan apa yang mereka imani.
Bagaimana caranya? caranya hanyalah mau belajar dan berfikir, katolik memiliki kekayaan pengajaran dan sejarah yang panjang sebagai suatu agama/keyakinan. Semua pertanyaan pertanyaan radikal yang ada di pikiran kita sebenarnaya sudah di pikirkan terlebih dahulu oleh bapak2 gereja kita, kita hanya perlu mengetahui dan mengasihi iman kita dengan terus belajar.
Belajar dimana? sebagai orang katolik kita memang tidak dianjurkan untuk sembarangan dalam memperolieh informasi, semua informasi haruslah relevan dengan magisterium gereja. Kita bisa bertanya langsung ke Romo paroki kita atau melalui dokumen dokumen gereja.
Kita juga bisa belajar melalui inernet,
ada beberapa situs yang menurut gw bisa menjadi tempat kita belajar dan bertanya tentang iman katolik,, seperti :
http://www.katolisitas.org/
http://www.ekaristi.org/
http://www.imankatolik.or.id/
Semoga gak ada lagi OMK yang galau karena imannya,
OMK harus menjadi OMK (Ora Mudah Kepengaruh) artinya OMK harus bisa mempertahankan imannya dalam kristus, tidak mudah terpengaruh arus jaman, tidak mudah terpengaruh ajaran2 yg bertentangan dengan doktrin dan dogma gereja katolik. OMK harus bisa menghadapi tantangan2 jaman yang semakin sekuler, melawan ketidaktahuan dengan kemautauan dan menjadi benteng terdepan menjaga gereja, yang satu, kudus dan apostolik.
Amiiin..
“Belajarlah dengan rajin, dengan sabar hati dan berbudi sesuai dengan kedudukanmu, supaya cukuplah kecerdasan, kepandaian, dan pengetahuan…perihal Tuhan dan wahyunya, perihal manusia, perihal semesta alam dengan segala isinya : perihal hubungan Tuhan dengan manusia, manusia dengan manusia, manusia dengan alam semesta, pun pula perihal Gereja dengan bentuk, tugas, dan sejarahnya demikian pula perihal bangsamu, tanahmu,dengan sejarahnya”
-mgr. Soegijapranata SJ-
Berkah Dalem
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar