Mengawali tuliasan ini gw pengen bercerita tentang seorang Ratu di sebuah negara antah berantah.
Alkisah seorang ratu yang memiliki hoby mengkoleksi berbagai model pakaian, pakaian pakain ratu tersebut di disain oleh perancang ternama di zamannya, seperti hanung bramantyo dan rudi sujarwo #abaikan
suatu hari ratu itu mengalami sakit panu akut stadium akhir,
Tubuhnya sekarat,
iya bingung untuk mewariskan pakaiannya, karena iya tidak memiliki keturunan
kemudian sebelum iya meninggal iya menyuruh pengawalnya untuk mengubur dirinya, eh...maksudnya mengubur pakaiannya,
pengawal pun mengubur pakaian tersebut, entah apa yg di pikirkan oleh pengawal tersebut,
iya mengubur pakaian tersebut dengan kantong kresek bekas belanjaan si ratu
singkat cerita ratu meninggal dan ratusan tahun pun berlalu,
kemudian para arkeolog berusaha menemukan pakaian ratu tersebut
suatu ketika arkeolog tersebut berhasil mengangkat hartakarun pakaian tersebut dari dalam tanah
lalu apa yang terjadi.......
arkeolog tersebut berteriak......."Ciyuusss, miapaaaa...
ternyata yg di temukan oleh arkeolog tersebut hanyalah SETUMPUK PLASTIK UTUH dan repihan kain *mana pakaiannya mana*
#tak lama kemudian arkeolog pun terserang sakit jantung dan meninggal
Cerita yang mengharukan bukan.....apa yang bisa kita tarik dari cerita tersebut??
YAK BETUL SEKALI.....penyesalan seorang ratu yg tidak mempunyai keturanan :|
andaikan ratu tersebut tidak jual mahal dan membuka hatinya untuk seorang pria pasti dia tidak akan jadi perawan tua...bukan begitu sodara2.
SEKIAN.
eh eh eh....kayanya salah deh....coba baca ulang.....ngahahahaha
anyway kali ini gw mau membahas tentang dampak dari penggunaan plastik dan cara bijak dalam menggunakannya.
menyambung dari tulisan gw sekitar setahun yang lalu Klik Disini
dalam tulisan gw di point 4 gw membahas bagaimana pergi hijau dengan bijak menggunakan plastik
nah pada kesempatan kali ini gw coba fokus menguraikannya lebih lanjut tentang PLASTIK PLASTIK dan PLASTIK.
oke langsung aja,
Jika kita melihat di sekitar kita atau melalui diri kita sendiri, berapa banyak sampah yg di hasil kan oleh kita,
khususnya sampah sampah nonorganik seperti plastik ??
tanpa kita sadari setiap hari kita menggunakan plastik loh
coba kita ingat, pada saat kita berbelanja, pada saat kita membawa barang, bahkan beberapa kemasan makanan yg kita konsumsi terbuat dari bahan plastik.
jadi berapa banyak??
Di Indonesia kebutuhan plastik terus meningkat hingga mengalami kenaikan rata-rata 200 ton pertahun.
Tahun 2002 saja tercatat, 1,9 juta ton, di tahun 2003 naik lagi menjadi 2,1 juta ton, selanjutnya tahun 2004 naik lagi menjadi 2,3 juta ton pertahun.
Di tahun 2010, 2,4 juta ton, dan tahun 2011 lalu, sudah meningkat menjadi 2,6 juta ton.
Hitunglah jika kita menggunakan 2 atau 3 sampah kantong plastik setiap harinya
jika setahun kurang lebih kita bisa menggunakan 700 sampah plastik
dan BAYANGKAN jika seluruh rakyat Indonesia juga melakukan hal yg sama 700 x 220 juta jiwa.....berapa tu @.@ ....*ambil kalkulator*.....
bilang WooooOW *sambil ngupil* CAN YOU IMAGINE THAT??? yg pasti hasilnya banyakkan...
WOWnya belum berhenti sampai disitu,
taukah kalian bahwa sampah plastik itu membutuhkan waktu 100 tahun untuk terurai
jadi bayangakan (lagi),
misalkan pada tahun 2000 kita mengahasilkan sampah kantong plastik sebanyak 154.000.000.000
lalu di tahun 2099 kita akan akan menghasilkan berapa sampah kantong plastik .........hmmm.....itung diri dah
di Jakarta saja di perkirakan pertahunnya bisa menimbun 2,2 juta ton sampah, jumlah ini bisa dipakai membangun 185 candi Borobudur,
sedangkan untuk timbunan sampah nasional, diperkirakan mencapai 176 ribu ton per hari, jadi coba hitung jika 100 tahun berapa ton sampah nasional yg menumpuk....itung sendiri
(apa apa seh ni artikel dari tadil nyuruhh itung2an mulu..huff)
itu baru perhitungannya kk, LALU BAGAIMANA DAMPAKNYA ??
MAU TAU.....
mau tau aja apa mau tau anget ni *LOL
yuk simak....
Plastik mempunyai andil yg besar terhadap perusakan dan pencemaran lingkungan dewasa ini, dampaknya gak tanggung tanggung ;
1. Plastik dibuat dengan menggunakan minyak bumi, sumber energi yang mulai langka dan sangat dibutuhkan manusia.Di Inggris saja, diperlukan 2 milyar barel minyak untuk industri kantong plastik.Pada akhirnya minyak yang terpakai terbuang sia-sia karena kantong-kantong plastik itu hanya dipakai sekali-dua kali lalu menggunung di tempat penampungan sampah, kemudian mencemari lingkungan.
(wow, medingan minyak buminya buat subsidi ke rakyat kecil ya)
2. Sampah plastik sangat berbahaya buat beberapa jenis hewan, di Australia tercatat lebih dari 100.000 hewan yang terdiri dari burung, ikan paus, anjing laut dan kura-kura, mati per tahunnya gara-gara menelan atau terbelit sampah plastik. Parahnya lagi, setelah badan hewan yang mati telah terurai, sampah plastiknya akan terbebas lagi ke alam.
(klo liat gambar di bawah ini rasanya terenyuh, #kemudianmerenung)

3. Membakar sampah plastik menyebabkan zat-zat beracun dari sampah terlepas ke udara yang kita hirup. Polusi udara seperti ini punya dampak serius karena melemahkan kekebalan tubuh dan memicu kanker.
(udah polusi yg di sebabkan kendaraan, ditambah polusi begian,, rusak dah paru paru gw)
4. Plastik tersusun dari polimer, Dalam proses pembuatannya, ikut dimasukkan sejenis bahan pelembut (plasticizers) supaya plastik bertekstur licin, lentur dan gampang dibentuk, taapi kalau plastik dipakai buat bungkus makanan, plasticizers bisa mengkontaminasi makanan, apalagi kalau makanan yang dibungkus masih panas,si plasticizers dan monomer-monomernya makin cepat keluar dan pindah ke makanan lalu masuk dalam tubuh.
(klo di Indonesia dan cuma ada di Indonesia, Gorengan bertepung plastik, katanya seh biar gurih *tepok jidat* )
5. Kantong plastik kresek yang biasa kita pakai sehari-hari ternyata mengandung zat karsinogen berbahaya karena berasal dari proses daur ulang yang diragukan kebersihannya. Zat pewarnanya juga bisa meresap ke dalam makanan yang dibungkusnya dan menjadi racun.
(wow,besok2 beli makanan yg di bungkus daun pisang aja dah...wkwkw)
6. Sampah plastik dari sektor pertanian dunia setiap tahunnya mencapai 100 juta ton. Kalau sampah plastik ini dibentangkan, panjangnya bisa membungkus bumi sampai sepuluh kali.
(MEMBUNGKUS BUMI 10 kali ?....#kemudianpingsan)
(sumber :lembagaenergihijau.blogspot.com)
klo baca dampaknya di atas ternyata plastik itu sangat2 kejam, lebih kejam dari ibu tiri dan ibu kota, tidak salah jika beberapa teman2 dari beberapa organisasi lingkungan menyebut PLASTIK sebagai MONSTER.
dampak tersebut bukan hanya dirasakan oleh alam, namun juga terhadap anak cucu kita....SADARKAH KITA.....YUK KITA RENUNGKAN.
JADI, APA YG HARUS KITA LAKUKAN ?
1. PEMERINTAH
-Membuat Kebijakan dan aturan :Pada saat ini diberbagai negara berkembang kebijakan terhadap penggunaan plastik sangat ketat di berlakukan, khususnya di eropa, Italia merupakan negara yg memplopori perang terhadap plastik, genderang perang mereka tabuh untuk memerangi tas kresek (kantong plastik sekali pakai). Memasuki tahun baru 2011, Perdana Menteri (PM) Silvio Berlusconi mengeluarkan aturan yang melarang toko dan supermarket menggunakan tas kresek, Kemudian Beberapa negara eropa mengikuti jejak negara Spaghetti ini.
lalu bagaimana di Indonesia??
Sebenarnya pemerintah pun sudah melakukan tindakan untuk memerangi sampah, dengan mengeluarkan Undang Undang No 18 tahun 2008 yaitu tentang pengelolaan sampah. Pemerintah memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengelola sampahnya (termasuk sampah plastik), sayang aturan ini tidak populer di berbagai daerah.
Namun tidak semua daerah,, pemerintah Bandung contohnya, pemerintah Bandung mengeluarkan SE prihal Himbauan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik yang tidak ramah lingkungan yg di tujukan ke seluruh pelaku usaha di kota Bandung (salut).
Semoga saja pemerintah daerah lainnya ikut berperan aktif dalam penanganan sampah plastik dengan mengeluarkan aturan maupun kebijakan
(catatan : Tegas dalam pelaksanaannya juga ya).
2. SWASTA (Pelaku Usaha)
-Melaksanakan Aturan dan meningkatkan kesadaran : Sesuai dengan UU No. 18 Tahun 2008 yang di dalamnya mengatur mengenai EPR (Extended Producer’s Responsibility) yaitu para produsen harus bertanggung jawab terhadap produk dan atau kemasannya sehingga potensi sampah dapat dikurangi dan jika mengacu pada aturan tersebut seharusnya Pelaku usaha sudah menerapkan pengelolan sampah yg di hasilkannya secara benar.
Sekali lagi sayang, tidak banyak Pelaku usaha yg mau mengikuti aturan yg di tetapkan, mereka masih memakai pola pikir lama yaitu profit oriented
(entah mereka belum tau, tidak mau tau atau tidak mau....mari kita tanya rumput yg bergoyang :p)
Untungnya masih ada Pelaku usaha tidak seperti itu, contonya PT Carrefour, pada 15 Oktober 2012 kemaren PT Carrefour membuat program pengurangan penggunaan kantong belanja dengan menyarankan pelanggan untuk membawa kantong/ keranjang belanja sendiri atau membeli green bag seharga Rp.9.900
selain carrefour juga ada Lotte mart dll.
Jadi jangan kaget ya, waktu belanja di perusahaan retail ini anda tidak di berikan kantong plastik belanjaan.
Kebijakan lainnya adalah memberikan kantong plastik ramah lingkungan seperti yang di lakukan satu perusahaan retail yang banyak terdapat di kota kita, supaya gak di bilang promosi kita sebut saja Indomaret.....#kemudianhening
klo kita belanja di palastiknya ada tulisan Go green, nah itu dinamakan plastik oxium 100% degradable.
yaitu palastik yang mudah terurai, plastik ini dapat hancur dalam waktu 2 - 3 tahun
tapi kebijakan ini juga masih absurd dan menimbulkan dampak negatif, salah satunya,,plastik yg hancur menjadi potongan2 kecil yang masih mengandung racun dan entah ke mana perginya (mungkin kita hirup)
Apapun kebijakan tersebut saya berharap Pelaku usaha mulai memiliki kesadaran bahwa bukan hanya PROFIT yang menjadi fokus utama, masih ada PEOPLE dan PLANET di sekitar mereka.
3. MASYARAKAT (Kita)
Kesadaran dan tindakan nyata : Kebanyakan dari kita hanya mengeluh dan protes kepada pemerintah dan swasta atas pengelolaan sampah yg buruk atau banyak berharap kepada pemerintah dan swasta dalam meciptakan teknologi pengelolaan sampah atau teknologi daur ulang yang canggih.
tapi menurut saya MODERN TECKNOLOGI menyelamatkan ECOLOGI itu ALIBI,
Jangan bergantung kepada siapapun, melihat bumi hancur secara perlahan tanpa berbuat apa2 itu menyedihkan,suatu perubahan itu mulai dari diri sendiri....
bagaimana harus di mulai....kita bisa mulai dengan :
- Pada saat belanja di supermarket/warung tidak meminta kantong plastik,usahakan membawa kantong sendiri (reuseble bag) atau membawa backpack kalau mau belanja.
- Simpan kantong plastik yang masih bisa dipakai, untuk dipakai ulang.
- Jika ingin membuang kantong plastik usahakan pada tempatnya (tong sampah nonorganik) jangan buang sembarangan, apa lagi buang ke muka orang lain, bisa berabe, nghhaha
- Jika kalian mempunyai bakat kreatif, bisa dengan cara mendaur ulang sampah plastik.
jadi ingat Waktu saya mengikuti kampanye diet kantong plastik di CFD Jakarta bersama EH Indonesia dan IDKP, disana saya melihat hasil daur ulang sampah plastik yang di olah menjadi tas cantik, hasilnya bagus dan bernilai ekonomis, klo gak salah tasnya di jual di salah satu gerai di GI. keren kan.
- dan cara terakhir adalah mengajak orang lain untuk melakukan hal serupa.
WOW gak terasa tulisannya panjang banget....capek ngetiknya...wkwkwkwkw
jadi intinya apa toh mas bro, intinya adalah....YUUK KITA BIJAK DALAM MENGGUNAKAN SAMPAH KANTONG PLASTIK.
Kerusakan lingkungan dan pencemaran lingkungan merupakan salah satu tanggung jawab manusia sebagai mahluk berakal,manusia di ciptakan bukan untuk merusak namun untuk menjaga dan merawat, jadi yuuk kita sama2 menjaga bumi kita.
Pepatah :
Gajah mati meninggalkan Gading
Harimau mati Meninggalkan Belang
Makel Jeksen mati meninggal kan Hidung.....???&^$&%*(#^()*_*^$##&*........PLASTIK GITU LOH ngahahaha
(NB : maaf bila tulisan masih banyak yg ngaco sana sini, jika berkenan mohon koreksi)
SALAM HIJAU
Tangerang 21 Oktober 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar