Minggu, 28 Oktober 2012

Sahabatku, Kekasihku.

ktannya cma tmn biasa cuy..... tpi kok cemburu sih pas dia lg deket ma seseorang? ada feeling juga yaa..! atau cinta platonis? (cinta platonis tuh ap ya...hihihi) Ngaku deh ga usah malu, bukan hanya lu kok yg pernah naksir sama sahabat sendiri, hal ini sering terjadi pd setiap insan yang menjalin persahabatan dengan lawan jenis, atau sebaliknya...masa iya?

“ngomong-ngomong, kenapa seeh ga pacaran aja ? knapa…why??”..tanya gw….
“dia baik seh, kita ga mungkin pacran lah....dia kan tmen gw banget....sungguh,!! gw nggak punya perasaan apa-apa kok,,” jawab doi
“masa seeh, gak percaya gw….tapi klo gw liat, lw cocok loh”…….tegas gw
“ya gw gak pantes lah buat dia…apalagi klo sampe pacaran,!” (sambil masang muka murung )
“hahahaha…berarti lw tu ada harapan,,perasaan lw tu gak bias bohong, lw pengen trus ada deket dia dan dia pun sebaliknya”….celetuk gw
temen gw terdiam sejenak…lalu…“inginku bukan hanya jadi temen mu atau sekedar sahabatmu yang rajin dengar ceritamu” (ia mendendangkan lagu yovie&nuno dan kita pun tertawa..hahahahhaha) 

seperti hukum aksi-reaksi Newton (berat dah...), setiap sebab slalu ada akibatnya…setiap perbuatan, akan ada imbalannya... emang ga slalu buruk, dan ga slalu baik juga... demikian pula dalam sebuah hubungan, klo lw berlaku sebagai sahabat, maka lw akan mendapat imbalan perlakuan sebagai seorang sahabat….(Iya ga c....?)
sebalikna, kalau lw memposisikan diri sebagai pacar dia, maka dia mungkin akan memperlakukan lw sebagai seorang pacar…tapi semua itu relatif, tergantung dari sudut mana lw liatnnya.. tergantung dari cara lw memperlakukan dia, mood dan situasi yang terbentuk di antara kalian. 

sebelum lw buat keputusan,, mari kita berpikir logis… kalau lw berpikir persahabatan jauh lebih penting dari asmara, maka lw harus rela membuang perasaaan cinta yang sangat dlm ke dia... lw juga harus rela melihat dia berjalan bergandengan dengan orang lain….silakan mengurut dada waktu melihat dia memeluk atau dipeluk, atau bahkan ketika dia mencium atau dicium pacarna (sakiiit…ckit ckiit….hihihi)



lw musti rela hanya menjadi "keranjang sampah" atau tempat mengadu ketika dia sendu…bisa dimengerti bila lw merasa sebagai orang paling mengerti perasaannya, apalagi bila hubungan persahabatan kalian sudah berjalan lama…tapi ingat cuy, begitu dia memiliki pacar, maka posisi lw gak lebih dari seorang teman…sekali lagi, lw hanya "keranjang sampah" baginnya….
Kalau lw pgen mempertahankan persahabatan, maka lw juga musti kudu siap menerima kenyataan bahwa hubungan lw dan dia gak akan berkembang lebih lanjut, atau stagnan atau jalan ditempat alias "segitu-gitu" saja…lebih buruk lagi, bisa jadi dia akan mengurangi intensitas jalan bareng atau berkunjung ke rumah lw karena harus ngapel dulu…..

tapi, apa yang akan terjadi kalau lw dan dia "jadian"?heeemmm…..sayangnnya, gak ada jaminan kisah asmara yang lahir akan mengesankan seperti yang dibayangkan sebelumnnya…sebaliknnya, lw harus siap-siap kehilangan tempat "curhat" bila ada masalah soal asmara….bayangkan kepada siapa lw harus mengadu kalau sedang marahan dengan dia sahabat yang akan menjadi pacar lw itu ??

lebih bingung lagi, lw ga bisa bebas berlari dan sembunyi bila sedang benci atau tidak mood bicara dengan pacar yang dulu sahabat lw itu. kenapa? karena sebelum menjadi pacar, kalian sudah memiliki ikatan yang kuat, yakni sebuah persahabatan…kalau dulu, lw bisa menganggap cuek semua yang terjadi di antara kalian "elu-elu, gue-gue", maka mau tidak mau lw harus mulai berbagi semuannya….. 

lw juga gak bisa lagi minta saran kalau ada orang lain yang lebih oke dari dia-naksir lw…. bisa-bisa, lw sendiri yang repot kehilangan sahabat, sekaligus pacar…iya kan? meski begitu, keputusan tetap ada di tangan lw…. Selamat menentukan…jadi kekasih atau sahabat….

dari teman untuk teman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar